(tanpa harus jadi ahli properti)
Dibuat oleh Asti Widyahari - Penilai Publik & Advisor Properti
Data Bank Indonesia menunjukkan:
Penjualan rumah baru melemah
Pertumbuhan harga cenderung stagnan
Namun ironisnya...
masih banyak orang membeli rumah terlalu mahal (dan penjual yang menjual terlalu mahal juga! padahal agar lebih cepat laku, tidak bisa begini)
Bayangkan
Kamu beli rumah di harga Rp4.200.000.000
Beberapa bulan kemudian kamu tahu...
Rumah serupa dijual di
Rp3.700.000.000
Kamu overpay
Rp500.000.000,00!!!
Masalahnya...
Karena properti adalah:
aset mahal
keputusan finansial jangka panjang
cicilan bertahun-tahun
Kenapa banyak orang salah beli rumah?
Karena membeli berdasarkan:
Bukan berdasarkan analisis nilai.
Padahal nilai properti harus dianalisis.
Bukan hanya tentang:
"lokasinya bagus"
"aksesnya mudah"
"desainnya suka"
Tetapi:
Karena keputusan membeli rumah bukan hanya tentang membeli bangunan...
Menurut Ni Luh Asti Widyahari:
"Banyak orang membeli properti tanpa benar-benar memahami apakah harga yang dibayarkan masih berada dalam batas kewajaran pasar."
Asti merangkum pendekatan praktis memahami kewajaran harga properti:
Agar keputusan membeli rumah tidak menjadi penyesalan finansial.
Jangan membeli rumah hanya karena suka.
Pastikan keputusan Anda didukung:
Karena salah langkah bisa membuat Anda overpay dan merasa rugi ratusan juta rupiah.
Buku:
Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.)
Penilai & Advisor Properti
Pendiri Ekosistem Penilaian:
Pemegang Lisensi: